SEKILAS INFO
: - Wednesday, 14-04-2021
  • 3 tahun yang lalu / Pendaftaran SNMPTN mulai 21 Februari – 06 Maret 2018

Seni Teater merupakan collective art. Sebutan tersebut merupakan persepsi yang menunjukkan keberadaan Teater sebagai seni yang merangkum berbagai bidang seni. Dalam kreativitasnya, Seni Teater memang merupakan gabungan unsur-unsur audio, visual, dan kinestetik (gerak) yang meliputi: bunyi, musik, gerak serta seni rupa. Teater juga memiliki kekhususan jika dibandingkan seni lain. Hal ini   disebabkan eksistensi teater yang menjadikan manusia sebagai pusat kreativitas. Artinya, terciptanya sebuah bentuk dan komposisi pentas, berkembangnya suasana dalam realiatas panggung, sesungguhnya dibawakan dengan bersandar pada kekuatan dan ketrampilan. Kekuatan ketrampilan tersebut diwujudkan dalam lima kreativitas paling pokok, yakni: Penyutradaraan, Pemeranan (akting), Dramaturgi (keilmuan), Penataan  Artistik, dan penulisan lakon. Merujuk hal tersebut maka kepiawaian kreator teater memiliki kontribusi yang sangat penting bagi terwujudnya pementasan Teater yang berkualitas. Sebagai realisasi dari pemenuhan kualitas kreator Teater bagi kemajuan Seni Teater secara umum, maka keberadaan lembaga pendidikan tinggi Seni Teater menjadi urgen untuk diwujudkan dan dikembangkan. Salah satunya adalah dengan didirikannya Program Studi Seni Teater, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh.

            Pendirian Program Studi Seni Teater ISBI Aceh juga dimaksudkan sebagai pemecahan atas kekurangan tenaga kreatif,yang handal, profesional, dan terdidik dalam bidang perteateran di wilayah Sumatera, yang selama ini masih bertumpu pada lulusan-lulusan yang dihasilkan oleh Program Studi Seni Teater ISI Padangpanjang. Terpenuhinya pemenuhan kebutuhan tenaga kreatif, yang handal, profesional dan terdidik tersebut menjadi faktor yang semakin penting mengingat perkembangan teater di wilayah Sumatera yang semakin pesat. Hal ini ditandai dengan banyaknya sanggar-sanggar seni Teater yang berkembang, di samping pengaplikasian bidang teater pada bidang-bidang lain, seperti: film, jurnalistik seni budaya, dan pertelevisian yang semakin diapresiasi masyarakat setempat.

            Program Studi Seni Teater ISBI Aceh juga merupakan wujud kongkrit dari kontribusi pendidikan Tinggi terhadap pelestarian dan inovasi beragamnya kekayaan Budaya Aceh, baik untuk pengembangan keilmuan maupun penciptaan karya Seni Teater. Kekayaan budaya tersebut akan menjadi nilai-nilai dan material artistik yang bisa dijadikan dasar penguasaan bidang Seni Teater, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya trampil di bidangnya, tetapi juga memilliki kesadaran budaya yang melingkupinya.

Program Studi Seni Teater ISBI Aceh mengedepankan mahasiswa/i menguasai Seni Teater secara praktikal. Di samping itu, kemampuan praktikal diimbangi oleh pengetahuan Teater secara teoritik sebagai pengayaan wawasan, penajaman dalam menelaah kerja praktikal. Keseimbangan penguasaan antara praktikal dan teoritik sangat ditekankan, mengingat kedua hal tersebut saling berkaitan.

GAMBARAN PROFIL LULUSAN PRODI

Profil lulusan prodi seni teater dibagi menjadi tiga kompetensi, di antaranya Penyutradaraan, Pemeranan dan Dramaturgi. Tiga kompetensi ini menjadi program unggulan dalam meningkatkan mutu lulusan Prodi Seni Teater. Adapun paparan singkat profil tersebut sebagai berikut:

PROFIL SARJANA SENI TEATER
SUTRADARAKompetensi penyutradaraan melahirkan sutradara yang berkompeten, mampu mengembangkan dan menciptakan karya Teater secara kreatif dan inovatif.
AKTOR/AKTRISKompetensi pemeranan melahirkan aktor/aktris yang mampu mengaplikasikan dan mengembangkan teknik-teknik keaktoran.
DRAMATURGIKompetensi dramaturgi melahirkan dramaturg/ilmuan teater dalam hal penelitian dan pengembangan kajian Teater.